15 Maret 2011

Ciptakan Kisah Baru Yuk


Kita dapat terpuruk akibat ditinggalkan orang yang dicintai, kegagalan kerja, mengalami sakit serius, kehilangan tempat tinggal dan banyak lagi.
”Menciptakan kisah atau narasi baru” dalam memahami peristiwa menjadi salah satu cara untuk memperoleh kembali rasa berdaya sehabis  terpuruk.
Tidak mudah memang membangun cerita baru dari kegagalan yang sangat menyakitkan.

Pemahaman kadang ditemukan perlahan selama bertahun-tahun melalui berbagai kekacauan dan rasa sakit.
Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan dalam menemukan atau membangun cerita baru, antara lain, adalah ”fakta” vs ”ilusi”, ”nilai utama diri”, ”kebutuhan riil”, ”pilihan”, ”visi masa depan”, dan ”pembelajaran”.

Seorang yang sangat mencintai umumnya akan terus mengembangkan harapan, sulit membedakan ilusi dan fakta.
Mungkin ada masanya di mana kita perlu lebih banyak mengingatkan diri mengenai ’fakta’ untuk dapat lepas dari ilusi sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih tegas.
Kita juga dapat merenungkan ’nilai-nilai utama diri’.
Norma-norma masyarakat atau orang lain bisa sama ataupun berbeda dengan nilai-nilai yang kita yakini.
Karena yang menjalani hidup bukan orang lain melainkan diri sendiri, pada akhirnya yang lebih penting adalah ’nilai utama diri sendiri’.
Kadang bayangan masa depan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita yakini.
Misalnya, kita meyakini nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, kasih sayang timbal balik.
Karena kita sangat mencintai pasangan, yang ada di benak adalah ’bayangan masa depan indah bersama dia’, padahal ia sebenarnya tidak memenuhi nilai-nilai utama kita.
Bagaimana mengambil sikap?
Mengambil keputusan
Mengambil keputusan berarti mengambil sikap agar dapat berjalan terus dalam suatu arah yang–dalam berbagai pilihan yang semua mengandung keterbatasan–kita anggap lebih baik.
Untuk itu, kita perlu kembali pada semua kata kunci yang ada: fakta dan situasi riilnya bagaimana?
Kebutuhan dan nilai utama hidup kita apa?
Bagaimana pula dengan berbagai pihak lain terkait yang menjadi tanggung jawab kita?
”Pembelajaran” atau ”hikmah” selalu menjadi hal penting yang menyertai pemaknaan baru yang kita bangun dalam hidup.

Suatu hal yang pada akhirnya hanya dapat kita temukan sendiri tidak dapat dipaksakan dari luar.
Ketika cerita baru yang memberdayakan telah kita temukan, mengherankan luka masa lalu, malah menjadi sarana pertumbuhan diri.
Itulah misteri dan keajaiban hidup.
 
Copyright © 2014 XCODER LINK